Agus Rezkiawan
Mahasiswa Gunadarma University
Kelas 1ID13 (30414504)
Latar belakang
Provinsi Sulawesi Tenggara dibentuk tanggal 22 September 1964. Sebelumnya, provinsi yang beribukota Kendari ini merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan-Tenggara yang dibentuk pada tahun 1960. Sulawesi Tenggara memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Sejak zaman pra-sejarah, wilayah Sulawesi Tenggara telah memiliki penghuni. Penduduk asli provinsi ini merupakan campuran antara bangsa Wedoid dan Negroid. Sekitar tahun 3000 SM datang dan bermukim kelompok baru dari bangsa Proto-Melayu yang kemudian disusul oleh kedatangan bangsa Melayu yang lebih muda, yaitu, Deutro-Melayu tahun 300 SM.
Sejarah Sulawesi Tenggara yang telah berbentuk kesatuan politik dimulai pada abad ke 10. Ketika itu berdiri Kerajaan Konawe, kini sebagian besar wilayahnya masuk dalam Kabupaten Kendari. Nama kerajaan ini diambil dari nama suku yang mendiami hampir seluruh daratan Sulawesi Tenggara, yaitu suku Tolaki-Konawe. Pendiri Kerajaan Konawe ini adalah Totongano Wonua, seorang keturunan Mokole Padangguni, di Unaaha.
Setelah itu, sejumlah kerajaan bermunculan antara lain Kerajaan Buton, Kerajaan Muna, Kerajaan Mekongga, Kerajaan Tiworo, Kerajaan Kalisusu, dan Kerajaan Moronene. Banyak diantara kerajaan-kerajaan tersebut yang memiliki ikatan kekeluargaan karena terjadi perkawinan diantara keluarga pemimpin kerajaan tersebut.
Sejarah Bangsa Suku Tolaki
Tolaki adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi Tenggara.mendiami daerah yang berada di sekitar kabupaten Kendari dan Konawe Secara geografis suku Tolaki mendiami wilayah daratan Sulawesi bagian Tenggara, yang mendiami beberapa daerah yaitu Kabupaten Konawe, Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur.Suku Tolaki berasal dari kerajaan Konawe. Dahulu, masyarakat Tolaki umumnya merupakan masyarakat nomaden yang handal, hidup dari hasil berburu dan meramu yang dilaksanakan secara gotong-royong. Hal ini ditandai dengan bukti sejarah dalam bentuk kebudayaan memakan sagu, yang hingga kini belum dibudidayakan atau dengan kata lain masih diperoleh asli dari alam. Masakan asli Suku Tolaki sebelum beras adalah dalam bentuk sajian sinonggi.
Raja Konawe yang terkenal adalah Haluoleo (delapan hari). Masyarakat Kendari percaya bahwa garis keturunan mereka berasal dari daerah Yunan Selatan yang sudah berasimilasi dengan penduduk setempat, walaupun sampai saat ini belum ada penelitian atau penelusuran ilmiah tentang hal tersebut. Kini masyarakat Tolaki umumnya hidup berladang dan bersawah, maka ketergantungan terhadap air sangat penting untuk kelangsungan pertanian mereka.
Nilai-Nilai Kebudayaan Suku Tolaki
kota Kendari terdiri dari beberapa suku bangsa, salah satunya adalah suku bangsa Tolaki. Suku ini merupakan suku asli di daratan Sulawesi Tenggara selain suku Muna dari Pulau Muna dan Suku Buton yang berasal dari pulau Buton. Sekitar abad ke-10 daratan Sulawesi Tenggara memiliki dua kerajaan besar yaitu kerajaan Konawe (wilayah Kabupaten Konawe) dan Kerajaan Mekongga (Wilayah Kabupaten Kolaka) secara umum kedua Kerajaan ini serumpun dan dikenal sebagai suku Tolaki. Dalam artikel ini saya akan membahas secara singkat tentang Kebudayaan masyarakat Tolaki.
Dalam perjalanan sejarah Kerajaan Konawe yang berkedudukan di Unaaha pernah menerapkan perangkat pemerintahan yang dikenal dengan SIWOLE MBATOHU sekitar tahun 1602/1666 yaitu :
1) Tambo I ´Losoano Oleo
2) Tambo I´ Tepuliano Oleo
3) Bharata I´Hana;
4) Bharata I´ Moeri
Ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan mereka terdapat satu simbol peradaban yang mampu mempersatukan dari berbagai masalah atau persoalan yang mampu mengangkat martabat dan kehormatan mereka disebut: “KALO SARA” serta kebudayaan Tolaki ini yang lahir dari budi, tercermin sebagai cipta rasa dan karsa akan melandasi ketentraman, kesejahteraan kebersamaan dan kehalusan pergaulan dalam bermasyarakat.
Nilai-Nilai kebudayaan sulawesi tenggara
1. Pakaian Adat
Prianya memakai pakaian adat berupa tutup kepala (destar), baju model jas tutup sarung sebatas dengkul dan celana panjang.
Sedangkan wanitanya memakai baju kebaya. Diatas kepalanya terdapat hiasan kembang dan hiasan lainnya berupa anting anting, kalung, dan gelang. Pakaian adat ini berasal dari Kendari.

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara
2. Tari tarian Daerah Sulawesi Tenggara
a. Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalam menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.
b. Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotongroyongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lumbung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.
c. Tari Molulo, adalah tarian yang indah danriang dari pergaulan muda mudi Sulawesi Tenggara.
d. Tari Motasu (berladang), Tari Motasu diangkat dari tradisi masyarakat Tolaki di Kabupaten Kolaka dan Kendari. Keseluruhannya menggambarkan ungkapan permohonan kepada tuhan agar dalam berladang dapat perlindungan dan kelak dikaruniai hasil yang melimpah.

Tari Balumpa
Tari dinggu
a. Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalam menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.
b. Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotongroyongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lumbung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.
c. Tari Molulo, adalah tarian yang indah danriang dari pergaulan muda mudi Sulawesi Tenggara.
d. Tari Motasu (berladang), Tari Motasu diangkat dari tradisi masyarakat Tolaki di Kabupaten Kolaka dan Kendari. Keseluruhannya menggambarkan ungkapan permohonan kepada tuhan agar dalam berladang dapat perlindungan dan kelak dikaruniai hasil yang melimpah.

Tari Balumpa
Tari dinggu
Keunikan kebudayaan dari provinsi sulawesi tenggara
1. Rumah Adat
1. Rumah Adat
Salah satu contoh rumah adat Sulawesi Tenggara disebut Istana Sultan Buton. Istana Sultan Buton disebut juga Malige. Bangunan tersebut tidak memakai paku dan merupakan rumah panggung. Ia terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama tempat kediaman raja dan permaisuri, lantai kedua untuk tempat tinggal dan lantai ketiga tempat wanita salat. Pada kiri kanan lanta dua ada ruangan tempat semacam menenun kain yang disebut Bate.


Istana Sultan Buton
Sultan Buton adalah pilihan rakyat banyak. Sultan harus bersih dari cacat jasmani ataupun cacat rohani. Untuk menggantikan kedudukan Sultan, tidak selamanya dari keturunan Sultan yang berkuasa. Dapat pula dupilih dari adik atau kakak Sultan, bahkan dari orang lain yang sederajat.
Daftar Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tenggara
http://www.kebudayaanindonesia.com/2014/04/kebudayaan-sulawesi-tenggara.html
http://ukmkonawebangkit.wordpress.com/2013/10/24/sejarah-kebudayaan-suku-tolaki-sulawesi-tenggara/
Kok gak ad krajinanx?????
BalasHapus